• Archives

Berita Prakindo Agustus 2016

kop-berita-prakindo-all

No. : 8 Edisi Agustus 2016

garis-artikel-umum

PT PRAKARSA ENVIRO INDONESIA MENJADI NARASUMBER PADA ACARA
SOSIALISASI PENGENDALIAN PENCEMARAN AIR LIMBAH DI PULAU BATAM

PT Prakarsa Enviro Indonesia kembali mendapatkan undangan kali yang ke-2 (dua) dari Badan Pengendalian Dampak Lingkungan Kota BatamĀ  dalam acara Sosialisasi Pengendalian Pencemaran Air Limbah sebagai Praktisi Penerapan Teknologi Pengolahan Air Limbah yang diwakili oleh bapak Luhut T. Sianturi dan bapak Eko Yulianto.

ucapan-terima-kasih-dari-bapelda-batam

 

BATAM, PM: Badan Pengendali Dampak Lingkungan Daerah (Bapedalda) Kota Batam, mewaspadai dampak penggunaan air bersih di kawasan industri. Pasalnya, jika tidak ada pengendalian pencemaran air, 80 persen air bersih di Batam, akan tercemar.

Oleh karena itu, Dendi Purnomo, Kepala Bapedalda Batam, melakukan sosialisasi tentang pengendalian pencemaran air. Sosialisasi itu, digelar di aula Kantor Walikota Batam pada Selasa (23/8/2016) dengan peserta dari kawasan industri, hotel, dan pasar.

“Narasumbernya kita undang dari KLHK, praktisi, dan Profesor Chandra, guru besar ITB untuk pengelolaan air,” katanya.

Sosialisasi ini, kata Dendi, bertujuan supaya pengusaha peduli terhadap pengendalian pencemaran air. Karena daya dukung air bersih untuk Kota Batam saat ini hanya 1,7 juta jiwa.

Berdasarkan hasil penghitungan, ketersediaan air di Batam saat ini sebanyak 3.800 liter per detik yang berasal dari tujuh waduk. Air yang terkonsumsi sebanyak 3.400 liter per detik. Artinya hanya tersisa 400 liter per detik. Maka perlu ada gerakan untuk penghematan, daur ulang, dan menjaga kualitas air yang masuk ke waduk.

“Harus ada kesadaran mengendalikan pencemaran, efisiensi penggunaan air bersih, dan recycle air limbah. Jika tidak, akan jadi masalah lima tahun yang akan datang,” ujarnya.

Menurutnya pengusaha-pengusaha di Batam sesungguhnya sudah peduli terhadap pengendalian pencemaran air. Perusahaan-perusahaan juga sudah punya izin seperti pengeluaran air limbah dan sebagainya. Kegiatan hari ini bertujuan agar para pengusaha ini lebih peduli lagi.

“Contohnya Batamindo. Sudah ada MoU antara Batamindo dan Pemko. Mereka berkewajiban mengolah air limbah 1000 meter kubik per hari. Kalau itu bisa dilakukan maka makin panjang usia air kita,” sebutnya.

Dendi mengatakan Batamindo menjadi prioritas karena menjadi konsumen air terbesar di Batam. Setelah Batamindo, baru berlanjut ke kawasan industri lain seperti Panbil dan Kabil.

“Mungkin MoU-nya tahun depan. Pengelolaan air limbah ini penting karena 80 persen air bersih akan jadi air limbah,” pungkasnya. (iik)
Metro, Batam

Sumber berita: http://www.posmetro.co/read/2016/08/23/2380/Gawat-80-persen-air-bersih-batam-bakal-tercemar

sosialisasi-pencemaran-air-230816


 

garis-artikel-proyek

berita-comisioning-cikotok