• Archives

Berita Prakindo Juli 2017

Fostering Synergistic Partnership | No. : 18 Edition Juli 2017

SERAH TERIMA DIREKSI LAMA KEPADA DIREKSI YANG BARU

PT PRAKARSA ETSA UTAMA

Salah satu keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) Prakindo Group pada hari Rabu, 21 Juni 2017 yang lalu di Hotel Santika Mega City Bekasi adalah pergantian Direksi PT Prakarsa Etsa Utama. Bapak I Nyoman Widyatmika, ST, MSc., diangkat sebagai Direktur PT Prakarsa Etsa Utama menggantikan Bapak Ir. Texin Sirait, MM, yang menjabat sebelumnya.

Sebagai tindak lanjut dari keputusan tersebut, hari Selasa 4 Juli 2017 telah dilakukan serah terima jabatan Direktur yang lama kepada Direktur yang baru. Dengan demikian, Bapak I Nyoma Widyatmika resmi menjabat sebagai Direktur PT Prakarsa Etsa Utama. Dengan pergantian tersebut, susunan kepengurusannya berubah menjadi sebagai berikut:

KOMISARIS
1. Komisaris Utama : Sri Kuntjoro, SE
2. Komisaris : Ir. Edward H. Napitupulu, MM
3. Komisaris : Ir. Luhut Tunggul Sianturi
4. Komisaris Independ : Endang Setyorini, SKM
DIREKSI
1. Direktur : I Nyoman Widyatmika, ST, MSc.

Pada Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa tersebut juga memutuskan perubahan kepengurusan PT Prakarsa Enviro Indonesia dimana kepengurusan yang baru dengan susunan sebagai berikut :

KOMISARIS
1. Komisaris Utama : Ir. Edward H. Napitupulu, MM
2. Komisaris : Dra. Rumanti Yuliasih, MM
3. Komisaris : Endang Setyorini, SKM
DIREKSI
1. Direktur Utama : Ir. Luhut Tunggul Sianturi
2. Direktur : Muryanto, SSi.
3. Direktur : Ir. Texin Sirait, MM
 

 

 

Pelatihan K3LL

PENANGANAN LUKA BAKAR DARI DAMPAK RESIKO PEKERJAAN HOT WORK

Pada hari Jumat, 21 Juli 2017 yang lalu, Prakindo Group mengadakan Pelatihan K3LL untuk karyawan Prakindo Group dengan mengangkat tema “Penanganan Luka Bakar dari Dampak Risiko Pekerjaan Hot Work”. Pelatihan ini dilaksanakan di Workshop, Jl Benda No. 100 Padurenan, Mustika Jaya Kota Bekasi. Sebagai Trainer kali ini adalah ibu Zr. Trisna Widyaningsih.

PEKERJAAN HOT WORK

Pekerjaan hot work adalah pekerjaan yang menghasilkan panas atau pekerjaan yang berhubungan dengan panas. Contohnya : Pengelasan, penyolderan, pemotongan, dan penggerindaan.

 

RESIKO PEKERJAAN HOT WORK

Berikut adalah beberapa resiko yang dapat terjadi pada pekerjaan hot work. Contohnya: Luka bakar pada pekerja, kerusakan pada material karena terkena api, ledakan oksigen dan atmosfir yang mudah terbakar, penipisan oksigen di ruang sempit, cidera akibat benda panas.

 

Pengertian Luka Bakar

 

Yang dimaksud dengan luka bakar adalah semua cidera yang terjadi akibat paparan terhadap suhu yang tinggi. Luka bakar dapat disebabkan oleh thermal (suhu diatas 60°), zat kimia (asam / basa kuat), listrik, dan radiasi.

 

PENGGOLONGAN LUKA BAKAR

1. Luka Bakar Derajat I

Luka bakar derajat I hanya meliputi lapisan kulit paling atas saja (kulit ari). Luka bakar derajat 1 ini bisa dikenali dengan tanda-tanda : kulit memerah, kulit terasa nyeri, dan terkadang terjadi bengkak.

2. Luka Bakar Derajat II

Luka bakar derajat II  meliputi lapisan kulit paling luar sehingga lapisan kulit di bawahnya terganggu. Luka bakar derajat II ini biasanya ditandai dengan timbulnya gelembung pada kulit, bengkak, kulit memerah (terkadang memutih)

3. Luka Bakar derajat III

Pada luka bakar ini lapisan yang terkena tidak terbatas. Luka bakar ini juga bisa sampai ke tulang dan organ tubuh dalam. Tanda-tanda luka bakar derajat III diantaranya kulit tampak kering, kulit pucat, putih, dan gosong, penderita mengalami mati rasa (disebabkan oleh kerusakan syaraf).

 

GANGGUAN YANG TERJADI PADA LUKA BAKAR

  1. Gangguan Cairan. Terjadi perpindahan cairan dan elektrolit dari intravaskuler ke extravaskuler akibat penguapan air yang berlebihan melalui permukaan kulit yang rusak.
  2. Gangguan Sirkulasi dan Hermatologi
  3. Gangguan Hormonal dan Metabolisme. Terjadi karena adanya rasa nyeri, ketakutan, kerusakan jaringan.
  4. Gangguan Imunologi. Terjadi karena adanya penurunan fungsi sel darah melawan kuman pada pertumbuhan bakteri.

 

TINGKAT KEPARAHAN LUKA BAKAR

1. Luka Bakar Ringan

Berikut ciri-ciri pada luka bakar ringan:  Tidak mengenai wajah, tangan, kaki, sendi, kemaluan atau saluran pernafasan. Luka bakar derajat III (tiga) lebih dari 10% luas permukaan tubuh. Luka bakar derajat II (dua) lebih dari 30% luas permukaan tubuh. Luka bakar yang disertai nyeri, bengkak dan perubahan bentuk alat gerak. Luka bakar meliputi satu bagian tubuh seperti lengan, tungkai atau dada. Luka bakar derajat III (tiga) atau derajat II (dua) lebih besar 20% luas permukaan tubuh (bayi/anak).

2. Luka Bakar Sedang

Berikut ciri-ciri pada luka bakar sedang : Tidak mengenai wajah, tangan, kaki, sendi, kemaluan atau saluran nafas. Luka bakar derajat III (tiga) 2% – 10% luas permukaan tubuh. Luka bakar derajat II (dua) 15% – 30% luas permukaan tubuh. Luka bakar derajat I (satu) lebih dari 50% luas permukaan tubuh. Luka bakar derajat II (dua) 10% – 20% luas permukaan tubuh (bayi/anak).

 

 3. Luka Bakar Berat

Berikut ciri-ciri pada luka bakar berat : Mengenai wajah, tangan, kaki, sendi, kemaluan atau saluran pernafasan. Luka bakar derajat III (tiga) lebih dari 10% luas permukaan tubuh. Luka bakar derajat II (dua) lebih dari 30% luas permukaan tubuh. Luka bakar yang disertai nyeri, bengkak dan perubahan bentuk alat gerak. Luka bakar meliputi satu bagian tubuh seperti lengan, tungkai atau dada. Luka bakar derajat III (tiga) atau derajat II (dua) lebih besar 20% luas permukaan tubuh (bayi/anak).

PENANGANAN LUKA BAKAR

Berikut ini adalah cara yang tepat untuk menangani luka bakar. Pertama, hentikan proses luka bakar dengan cara  alirkan air dingin pada bagian yang terkena. Bila proses luka bakar dikarenakan bahan kimia, maka alirkan air dingin terus-menerus selama 20 menit. Kedua, lepaskan pakaiaan ataupun perhiasan penderita. Gunting pakaian apabila pakaian penderita lengket pada luka bakar. Ketiga, lakukan penilaian dini (respon, nafas dan nadi). Buka jalur nafas penderita (berikan pertolongan pernafasan jika perlu), berikan oksigen bila ada. Keempat, tentukan derajat dan tingkat keparahan luka bakar penderita. Kelima, tutup luka bakar menggunakan penutup (kassa) steril. Jangan pecahkan gelembung serta jangan gunakan salep, antiseptik maupun es pada luka bakar. Jika luka bakar mengenai mata, maka pastikan kedua mata ditutup. Jika luka bakar mengenai jari-jemari, maka balut masing-masing jari secara terpisah. Keenam, jaga suhu tubuh penderita dan rawat cedera lain bila ada. Terakhir, rujuk ke fasilitas kesehatan terdekat untuk penanganan lanjutan.

 

PENANGANAN LUKA BAKAR KHUSUS

Luka bakar khusus adalah luka bakar yang tidak disebabkan oleh api atau benda panas. Berikut adalah beberapa contoh penangana luka bakar khusus.

 

Luka Bakar Kimia.

Pertama, aliri daerah luka bakar dengan air yang banyak secara terus-menerus selama 20 menit dan jangan menyiram luka bakar dengan air apabila diketahui bahan kimia tersebut bereaksi kuat apabila berkontak dengan air (baca msds dari bahan kimia yang bersangkutan). Kedua, bila terkena mata, maka aliri terus luka bakar dengan air yang banyak lebih dari 20 menit dan selama perjalanan menuju fasilitas kesehatan terdekat apabila diperlukan. Ketiga, posisikan tubuh agak jauh dari tubuh penderita yang terkontaminasi bahan kimia untuk keselamatan penolong. Keempat, apabila diketahui bahan kimia berupa serbuk padat, maka sapu daerah luka bakar dengan sikat halus, kemudian aliri air pada daerah luka bakar selama 20 menit. Kelima, amankan bekas pakaiaan penderita yang terkontaminasi. Keenam, tutup luka bakar dengan kasa steril. Terakhir, rujuk ke fasilitas kesehatan terdekat untuk perawatan lanjutan.

 

Luka Bakar Listrik.

Pertama, matikan sumber listrik dan pindahkan penderita secara hati-hati dari sumber listrik yang mengalir (gunakan papan dan galah supaya tidak ikut teraliri listrik apabila aliran listrik masih ada). Kedua, lakukan penilaian dini (respon, nadi dan nafas). Ketiga, cari luka bakar di daerah yang teraliri listrik dan tutup dengan kasa steril. Keempat, persiapkan resisutasi jantung paru (RJP) apabila ada risiko henti nafas atau henti jantung pada penderita. Terakhir, rujuk ke fasilitas kesehatan terdekat untuk perawatan lanjutan.

 

Luka Bakar Inhalasi (Menghirup Uap Panas / Bahan Kimia).

Pertama, pindahkan penderita ke tempat sejuk dan aman untuk memberikan suplai oksigen kepada penderita, jika perlu oksigen yang dilembabkan. Kedua, jaga jalan nafas dan pernafasan (lakukan nafas buatan bila perlu). Terakhir rujuk ke fasilitas kesehatan terdekat untuk perawatan lanjutan.

 

HAL-HAL YANG PERLU DI HIINDARI PADA LUKA BAKAR.

Ada beberapa hal yang dilarang untuk dilakukan pada luka bakar karena dapat memperburuk keadaan, yaitu : mengoleskan pasta gigi, mentega, kecap, minyak rem, oli, bensin, dan lain-lain diatas luka bakar karena dapat menimbulkan infeksi dan menghambat proses penyembuhan luka bakar, bahkan dapat menyebabkan keracunan.

Hal lain yang juga dilarang adalah memecahkan kulit yang melepuh karena akan memudahkan terjadinya infeksi dan dehidrasi. (ATY)